romantika satu negara

Kini aku mengerti betapa berharganya ilmu geografi. Terlebih aku yang ada di indonesia, banyak pulaunya.

Sore tadi aku dikabari, topi emberku ada yang menggandrungi, tidak banyak aral melintang untuk mencapai persetujuan jual beli, semua lancar tanpa kendala.

Peminatnya ketika aku baca whatsapp-nya, berada di teluk bintuni, Papua Barat. Dan dia ingin aku kirimkan kesana.

Masalah muncul, ketika si pembeli meminta nomor rekeningku untuk pengiriman uang+ongkos kirim. aku bilang aku tidak punya rekening bank. karena sudah beberapa bulan ini, kegiatan jual beliku hanya aku fokuskan di sepeda lipat yang transaksinya selalu “Langsung kontan di tempat”.

Sebetulnya aku masih punya rekening BCA, tapi aku tidak rela, kalau uang transferan hasil topi emberku ini harus tertelan tunggakan abodemen bulanan bank sialan. Akumulasi saldo jarang di nafkahi.



Si pembeli pun mungkin geli, membaca apa yang aku kirim di whatsapp-nya, atas keantikan kisahku diatas. Tapi apa boleh buat, memang itu faktanya.

Akhirnya si pembeli menghubungi temannya yang di bandung, kata dia temannya ini seorang vokalis. Jujur aku tidak punya ekspektasi lebih, tentang siapa teman si pembeli yang vokalis tersebut.

Sampai akhirnya dia kirim screenshoot rekam percakapan antara mereka berdua, yang dikirim ke whatsapp-ku. Saat aku buka fotonya, terlihat sebuah nama yang tidak asing di ingatanku, dari kontak namanya tertulis Dave Syauta. 

Menarik, aku jadi ingat masa SMA dulu, ketika suaranya selalu nyangkut di telingaku. Adalah The paps, band stoned. Kenapa stoned, karena Lagu-lagunya pernah berhasil membuatku seperti itu dan itu masa lalu. Karena kini, aku telah menemukan yang lebih stoned dari pada itu, yaitu realita kehidupan.

Sampai 6:58 pm bergulir, kegiatan jual beli ini masih pending adanya, karena aku lupa, hari ini tanggal merah idul adha.

Munkin, bila besok aku masih di kasih nyawa, Akan aku tuntaskan aktifitas jual beli ini. Yang manfaatnya bisa aku aplikasikan untuk memberantas kemiskinan, untuk diriku sendiri khususnya.

“Kenapa tidak kirim via alfamart saja uang transferan-nya?”. kata si pembeli “disini (teluk bintuni) tidak ada alfamart”.

Itulah sebabnya aku menyesal, karena telah menyepelekan jam-jam terbaiku di kelas geografi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s