Eklektik

Marini mencari sekolah baru. Sudah kuliah lagi dia, 3 tahun bangku smanya, kini tinggal warisan. Aku sadar, waktu tidak selalu aku perhatikan detail-detailnya. Seperti hujan peluru di keyakinanku, dia bukan anak sma lagi, tapi mahasiswi.

Kalau saja lumrah untuk paham bahwa dia sudah dewasa, maka pantaslah dahiku bergaris tua. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s