jarang jalang

Apa mau di kata, ticketbox-nya belum terbuka.

Diam kau cerewet! Jangan salahkan aku, aku laki-laki bukan LSD. Aku tidak bisa selalu bikin kamu ceria dan tertawa. Bila aku sudah tahu caranya, mungkin aku tidak akan pacaran sama kau. Aku pacari saja diriku sendiri.

Lebih baik kita cari rokok dan duduk-duduk di luar. Karena ticketbox ini tidak akan luluh karena kamu merajuk, dia hanya benda mati yang bisa di mainkan dengan regulasi. Suruh siapa cepat-cepat, makanya aku pelankan jalanan agar motorku tidak segera sampai.

Lihat, mbak-mbak itu masuk ke raganya, kirei pun terbuka, mana uangmu, eh iya lupa, ini kesempatanku yang harus traktir. Terakhir tapi ya, filmnya pun pasti malas kalau penontonya aku dan kau untuk kedua kali.

Honay, padu padan busanamu eklektik sekali malam ini, tapi sayang bioskopnya gelap. 

Yasudah, baiknya kita tonton saja, gak enak sama film.

Sampai bersua di lampu menyala.

*btw semangkamu nanti saja aku kupas, pisaunya tertinggal di meja sekuriti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s