penghujung remaja

Cepat sekali rollercoaster ini, karena aku masih ingat betul saat mengantre dan raih tiketnya. Naik turun berputar-putar, menukik tajam dan menanjak, semua hampir aku gigit dengan sempurna dan sebagian lain hanya tersisih di gurat-gurat wajahku.

Kini, aku ada di kelokan terakhir, kelokan yang entah kenapa, aku ingin sekali lebih pelan dari sebelumnya. Sayang, aku masih berat menjual rasa rela untuk perpisahan. Terlebih Nyaliku masih ingin lagi dan lagi.

Mungkin malam akan selalu sama dan siang juga begitu, setelah ini.

Aku nyatakan, aku akan buat rollercoaster serupa, bila memang tidak boleh mengulang kedua kali di wahana yang sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s