Mabok!

Kita sadar, alkohol sudah jadi tetangga kehidupan sehari-hari. Saking deketnya, kita gak perlu susah-susah jungkir balik nyuling air kelapa supaya jadi minuman bermuatan alkohol.

Jadi inget,

Dulu nih, saya cukup bersosialisasi dengan “tetangga” yang satu ini. SMP awal mulanya. Dulu ada anggapan, “gak mabok gak solider”, konyol memang, namanya juga bocah.

SMA juga begitu, tagline-nya tidak jauh dengan SMP. Gitu-gitu aja.

Mungkin konsentrasi penjurusannya bermuara di Bangku kuliah, dimana manusianya lebih terbuka dalam menyikapi sesuatu. Memang butuh waktu, tapi bisa di lakukan untuk memilih tidak daripada minum.

Orang tuaku pernah berkata “jangan mabok, jangan minum!”. Lumrah memang, orang tua ya kurikulumnya begitu.

Sampai ketika lulus kuliah dan mencari uang. Barulah terasa jawabannya, jawaban atas pernyataan orang tua yang melarang buah hatinya minum, intisariku atas jawaban ini adalah,

“Ada kalanya hidup lebih pahit dan bikin pusing, jadi kenapa harus minum dulu, kalau efeknya sama saja”.


Maybe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s