5 km with seli

Tambun selatan.

Entah apa lokasi ini. Lepas ashar yang magis jingganya. Aku goes seli roda 16 inch di jalan yang tidak pernah aku jajaki di 29 kali ulang tahunku.

Bersepeda lipat ring velg 16, dengan tinggi bandanku yang hampir 175cm. Adalah pengalaman mengerikan kalau di lihat dari kacamata estetika. Kamu ingat panda naik sepeda roda tiga di sirkus? Ya seperti itu kurang lebih.

Kamu pasti iri,

Hampir 3 km, mungkin lebih, aku susuri pinggiran kali malang, menuju pintu tol untuk pulang cimahi. Ya. Dengan seli tentunya. Dipayungi lembayung saat itu, aku tuju arah matahari. Betapa lumernya jiwa ragaku, ketika sinar-sinarnya menembak aliran sungai yang tepat berada di sampingku. Bau limbah, debu dan arus lalulintas yang sarat waktu itu mendadak kompak saling melengkapi sempurnanya hasil karya semesta.

Terimakasih aku masih laki-laki, kalau tidak, pasti aku akan menangis karena bingung, akibat dari mahakarya yang entah bagaimana lagi untuk aku bisa bilang terimakasih. Di sore itu.

Advertisements

One thought on “5 km with seli

  1. Pingback: berkah: Terjual – AlfiFardian | Cisangkanlands

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s