Tekstual.

Sayang. Sudah berapa kali kita bongkar pasang hubungan, hanya karena ketak-ketikku yang kamu anggap berbeda. Kita sudah sering bicarakan ini bukan, terlebih di tekstual pesan instan, teleponan dan saat ketemuan.

Kadang, Aku rindu telepon genggam esiaku dulu. Ketika telinga kita harus panas sebelah, karena di setrika suhu telepon genggam buata cina terlampir.

Sayang. Kamu harus tahu, aku tidak selamanya kreatif untuk menghiasi kiriman pesan instanku dengan emoji-emoji singlet babi.  For what is worth?

Bila kamu rindu. Telepon saja. Bila itu tidak membantu, kabari aku. Biar kita selesaikan secara kekeluargaan di rumah orang tuamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s