Dijajah. Lagi.

Lusinan botol hijrah ke lapangan. Setelah jiwa-jiwa yang terjangkit wabah generasi z, tidak terima dengan anti klimaks pujaannya. Mereka memang begitu, karena bab proses dalam buku manual mereka, telah tergantikan dengan bab instan. Harap maklum.

“Ingat. Persib bukan fantasimu, yang selalu harus memenuhi kepuasan birahi di kepala-kepalamu”.

Jiwa besar, harus digenjot. Bila ingin  cepat merdeka. Cukuplah nostalgia juara liga kemarin-kemarin, sejatinya di tutup saja tudung sajinya. Pencernaan pun bisa anarki bila selalu di suguhkan hidangan basi.

Apa boleh buat. Kadung murus-murus, selagi kaya, apa salahnya berobat ke dokter luar negeri. Panggil dia kemari, biar mudah tanya-tanya.

Kronis memang. Persib harus diganjar terapi cukup panjang. Wajar saja kalau puasa gelar harus digelar. Karena Baik, agar mekar mendewasa.

Mantan berhak tertawa, tetangga berhak mencerca. Sebagai pengingat saja, proses hanya bisa paripurna pada jiwa-jiwa yang dewasa.

Selamat recovery persib, get well soon! 

Prung!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s