Dapur kotor

Jalan pintasku adalah doa ibuku, berbisik di keramaian konser metallica pun, doanya pasti didengar. GakGak pake antri-antri dan distorsi.

Udahlah, jujur aja kalo sama dia mah. Biar cepet. 

Tadinya sih aku mau kasih kejutan ke dia, ketika aku juga bisa “jadi orang”.

Tapi, lama kelamaan kok konyol ya. Siang malem kerja keras buat “jadi orang”, supaya dia tau, bahwa anaknya kini udah sukses “jadi orang”. Konyol.

Ego ko bego? Akhirnya aku lepasin rantenya satu-satu, biar dia nyari majikan baru.

Now and forever, Aku libatkan dia. Biar komplotan sekalian. Karena aku mah gak sabaran. Terlebih Kalo nunggu akunya soleh dulu untuk doaku dikabul, ya kali cukup, token umurnya.

Toh setua atau semapan apapun. Dia masih aja tuh rajin ngabarin “udah makan belum?”.

Ciao!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s