Hikmah

Hikmah. laki-laki tua eks-pejuang. Hikmah tidak mau di sebut veteran, karena malu, suka banyak bencong mangkal.

Hikmah punya motor indian 1961. rumahnya besar, pintunya besar, garasinya besar. bahagia? tidak. nyatanya, dia tidak butuh itu. semua yang besar-besar itu menjadi sempit. karena anak-anaknya hampir lupa dimana rumah ayahnya. hanya transferan bulananlah satu-satunya yang hafal dimana Hikmah berada.

hanya dengan motor tua itulah, dia iris-iris kesedihannya di masa tua. atau sesekali bertemu klub motornya yang membosankan.

suatu malam, sehabis kumpul-kumpul klub. Hikmah sengaja menghentikan motornya di pinggir jalan, untuk pura-pura mogok. dia hanya ingin punya teman ngobrol. tidak lebih.

tidak lama, datanglah Murni.

Murni adalah laki-laki 28 tahun. dia adalah orang yang berprinsip. dia tidak mau merokok selain ganja dan dia berpegang teguh akan prinsip itu. tepuktangan.

boleh pinjem koreknya pak? tanya Murni. nih!, jawab Hikmah(seraya memberikan korek).

Hikmah tahu rokok yang dinyalakan Murni dan Murni pun akhirnya tahu siapa Hikmah. keduanya nyaris lupa malam itu adalah gelap dan dingin, karena maratonnya cerita antara keduanya.

04.20 pagi, Hikmah mengajak Murni kerumahnya dan Murni pun mau.

Murni seperti dream come true, akhirnya dia bisa tidur, makan dan minum sekuat dia mau. karena Hikmah langsung memberi izin penuh akan itu.

20.30 malam, Murni izin pulang dan berterimakasih.

satu minggu kemudian, Murni bertemu temannya di pinggir jalan besar. Murni kebetulan masih punya miliknya dan temannya ingin beli. keduanya tampak bahagia, karena sama-sama senang.

tidak lama berselang, Murni kedatangan teman lama. satu mobil patroli, menghampiri. Murni sudah tahu siapa mereka dan Murni pun meminta kembali miliknya tadi, secepat yang dia bisa dari temannya.

Murni pun akhirnya harus rebahan di jalan untuk kesekian kalinya seraya tangannya di borgol, yang lagi-lagi untuk kesekian kalinya.

hampir tidak ada risau, di gurat-gurat wajah Murni. karena dia tahu dia tidak salah.

untuk kamu yang kebetulan ada di tempat kejadian perkara saat itu, kamu pasti ikut tegang dan ikut berdesakan, karena banyaknya penonton yang hadir karena kepo.

tidak lama. datanglah Hikmah. alih-alih menuju kumpul klub motor mingguan, dia lihat motor Murni kini sudah naik di bak mobil patroli. dengan sigap, Hikmah hentikan motornya dan mendatangi keramaian tersebut. karena dia tahu, siapa yang jadi aktor utamanya.

permisi-permisi!, pekik Hikmah pecahkan kerumunan.

112, pak? Hikmah bertanya, sambil mendekati salah satu aparat. betul pak!, jawab aparat. tidak lama, Hikmah pun menyalakan rokoknya. setelah menyala, rokok itu ia selipkan di bibirnya dan menjulurkan kedua tangannya kehadapan aparat tersebut.

kaget bukan kepalang, penuhi wajah aparat yang tadi sempat berbincang dengan Hikmah.

sampai akhirnya Hikmah dan Murni di gelandang ke kantor polisi. karena penasaran, sesampainya di kantor, aparat itu pun menanyakan kenapa Hikmah mau berlaku konyol seperti demikian.

Hikmah pun menjawab,

“kalau bapak mau tangkap anak itu, tangkap juga saya. bagi saya, hidup bebas atau di penjara sama saja. toh anak-anak saya sudah lupa dengan saya, karena kesibukan mereka. saya kenal betul dengan kriminal yang bapak tangkap ini. dia adalah teman saya yang tulus, dia tidak lihat siapa saya, apa kendaraan saya, berapa umur saya. dia hanya lihat saya seperti manusia biasa dan saya senang berteman dengan dia.

tolong satu sel-kan saya dengan dia, biar saya tidak lagi kesepian, mengisi hari-hari tua saya”.

 

“Saya adalah eks-pejuang. saya dan teman-teman saya rela hilang nyawa untuk kemerdekaan Indonesia, lantas kenapa sampai hari ini, Indonesia masih pakai Hukum Belanda? yang jelas-jelas, negara tempat dibuatnya hukum indoneia, kini di gerai-gerai coffeeshop-nya melegalkan ganja?”.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s