Mancing

Mancinglah aku di kolem, dengan semangat pemburu purbakala, aku tingkahkan diriku seperti itu. Walaupun tidak sampai telanjang, mirip mereka.

Hampir tidak ada kompetitor, semoga ikannya mau di kail bibirnya.

Dapat!

Alat pancingku bengkok seketika. Ini mungkin ikan besar. Setidaknya, aku bisa makan mereka saat matang dan kenyang.

Benar saja. Ikannya besar. 

Mataku mulai menangis. Entah apalagi ini. Yang jelas, bahagia itu tidak selalu tertawa senang. Buktinya aku ada di sebaliknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s