alakadarnya

cimahi kini berangin. hampir magrib disini dan aku masih bersandar di tembok dengan keadaan setengah nongkrong di depan laptopku. disebelah kanan, terdapat dua jendela yang ada engselnya, agar bisa di buka tutup semau-maunya.

dibawah, ibuku masih mengobrol dengan beberapa teman-temannya yang sampai kini aku tidak tahu siapa mereka. hanya terdengar obrolan yang penuh. cirikhas wanita yang kalau ngobrol selalu padat emosi dan kata-kata.

kini. cerita itu berlanjut ke suara burung. sahut-sahutan. dengan bahasanya yang entah apa isinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s