Alma

Pagi ini hari minggu. Aku antar keponakanku dari betawi. Dia sekarang bakal calon mahasiswi. Di tanah pasundan dia percayakan tahun-tahun terbaiknya untuk kuliah. Aku antar dia sampai tangga. Teramat hawatir langsung luber kemana-mana. Cemas. Karena aku pernah tahu ruang gelapnya. Rasanya sulit aku tutup dengan kedua tanganku.

Tidak ada satupun akar dan ranting yang bisa membantuku untuk menepi.

Hingga aku terbawa arusnya menuju masa depan. Dimana aku akhirnya antarkan anaku sendiri memungut pengalaman perkuliahan. 

Jujur. Aku tidak sudi percaya dunia akademisi terlebih disana. Dimana aku harus berjemur matahari pagi karena tidak tidur dan bayar parkir 2000 rupiah kepada tukang parkir tua yang di corat-coret permanen lengannya.

Maha. Tolong jaga dia. Keponakanku yang tadi pagi ibunya titipkan resahnya padaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s