Terjual

Aku di kamarku. Kamu di kamarmu. Sudah pasti saling jauh karena tidak tetanggaan, terlebih sebelahan.

Aku tidur di kamarku. Kamu tidur di kamarmu. Yang sudah tentu jauhnya, karena kamar kita berada di beda rumah, tidak tetanggaan, seraya tidak bersebelahan.

Hanya jendela ini saja yang bisa buat kita saling tahu. Saling sapa. Saling lihat-lihatan. Dengan ukuran tiga kali korek tiga durian.

Senang sekali. Terlebih ketika kamu ketuk jendelaku dan aku jadi bahagia karenanya. Mudah-mudahan kamu juga begitu senantiasa. waktu itu.

Tapi tidak untuk hari ini. Proyeksiku terproteksi. Karena jendelamu kini ada tirainya.

Kamu bisa saja sibak rajut benangnya semaumu. Ketika ingin, disaat mau.

Tolong, Bantu aku. Jaga dia. Aku tidak mau rusak indah kalamnya.

Kamu beribadah di tempatmu dan aku beribadah di tempatku. Lagi-lagi kita masih tetap saling jauh jaraknya. Semoga kamu tetap bahagia senantiasa. Karena kita tetap bisa saling doa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s