percaya

kamu tau maya. dia itu cantik. bergairah dan bintang kelas. bagiku dia adalah garis finishku. bukan apa-apa. karena aku belum punya garis finish lain selain dia, ketika aku mengetik ini.

maya.

dia suka bawakan aku kopi. tentunya sudah di seduh dalam gelas. meskipun gelasnya dapat pinjam di pantry, kopinya juga, gulanya juga, sendoknya juga dan begitu pun air panasnya.

selalu begitu setiap ketemu. mungkin dia ada titisan pembantu dalam dirinya. atau dia ingin buka toko kopi dan aku jadi bahan percobaanya. entahlah.

aku gambarkan dia khusus buat kamu. dia selalu pakai kacamata. bingkainya besar-besar seperti millennials. senang mengajaku berbagi earphone-nya, katanya ini adalah lagu dari band yang dia suka. selalu begitu. dan dia selalu senang ketika aku meng-iya-kan pendapatnya tentang bagusnya band yang aku dan dia dengarkan.

dia punya selera yang bagus dalam berpakaian dan kabar buruknya, aku selalu di hakiminya ketika pakaianku tidak pas di matanya dan aku tidak peduli.

bagiku. dia adalah lem yang di anugerahkan Alloh untuk merekatkan aku dan kantor. saking lengketnya. aku selalu terpaksa harus ke kantor cepat-cepat, karena dia selalu punya pulsa untuk bangunkan telepon genggamku yang tadinya hening dan damai.

tapi kini tidak ada dia. karena libur. dan aku bisa berenang lagi di kehidupan yang santai dan serba elastis.

katanya dia sedang liburan. maklum. dia itu seperti jam di dinding. sangat teratur. pergi sangat jauh hanya untuk temui kangguru. entahlah. karena tidak ada yang dapat menghentikan dirinya kecuali dirinya sendiri.

dia sempat bertanya. mau di bawakan apa. aku bilang, kangguru saja, jangan repot-repot. dan dia berlalu seraya tutup telepon.

beberapa saat kemudian. dia mengabari aku, bahwa untuk mengurus kangguru itu mahal dan perizinannya susah. seraya dia menyarankan aku untuk urungkan keinginanku agar tidak repot nantinya.

aku hanya tertawa dan dia juga. mungkin objek tertawa kita memang lain tapi masih dalam ombak yang sama. yang jelas. aku terbebani atas rasa percayanya padaku. karena hal sekecil itu saja, masih ingin dia pikirkan dan pecahkan jalan keluarnya.

ingin rasanya aku bicarakan lagi investasi kepercayaan ini. karena aku tidak bisa sanggup seperti Penciptaku.

semoga nanti aku bisa kabari dia. lebih baik lagi kalau ngobrol langsung. karena ini penting.

di tanggal 3 juli semoga Alloh pantaskan aku dan dia agar bisa terselenggara.

aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s