ojek?

malam kemarin. aku jalan pulang dengan berjalan. tentunya dengan kaki sendiri. karena motorku mau di pakai adik yang alasannya lagi banyak perlu, maklum ibu-ibu.

jam 19.30 waktu indonesia bagian barat. itulah debut langkah kaki-ku untuk meniti pulang ke rumah. dengan latar gelap dan taburan hujan sebesar titik-titik karakter keyboard.

bagiku. berjalan untuk beberapa kilometer adalah hal biasa. jujur. aku ketagihan sensasinya. entah apa dan kenapa. menyenangkan saja. mungkin itu.

seketika aku ingin ke minimarket yang ada atm-nya. cek saldo saja. apakah mereka sudah berkembang biak atau belum.

aku hentikan langkahku untuk menyebrang.

tiba-tiba.

gedebuk!

seorang gadis berhijab jatuh ke tanah kira-kira satu meter lebih di depanku, diiringi gerutunya, seolah ingin menginformasikan kepada mahluk hidup di sekitarnya, bahwa dia jatuh karena jalan yang licin dan menyalahkan basah. yang aku ingat hanya aduh dan basah.

setelah kejadian itu. kepalaku sempat di sesaki pertanyaan sebab-akibat kenapa wanita itu harus begitu. tapi. yasudahlah. namanya juga wanita.

sampailah langkah-langkahku membelah bilangan jalan sangkuriang yang cukup kurang penerangan. kanan kirinya masih berdiri pohon-pohon. sangat menggoda kalau di nikmati dengan berjalan kaki.

“ojek, a?”. 

seorang pengendara motor berhenti beberapa meter di depanku. aku hanya memberikan tanda tidak dengan tanganku dan dia mengerti. lalu aku lanjutkan lagi perjalanan malam ini.

perjalanan ini masih selalu menyenangkan.

entah besok hari. entah lusa nanti. entah.  *iwan fals – entah*

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s