Réunion

seperti tendri.

dia kini harus paksakan kedua kakinya gerayangi jalanan. pasalnya. beberapa hari kebelakang, motornya pasrah diam di rumah, akibat kadaluarsa stnk.

duka memang. tapi apa boleh buat.

dalam langkahnya yang suci itu. pikiranya nyaris tidak bisa berhenti berargumentasi. terlebih. seperti yang sudah-sudah. acara ini selalu tumpah ruah dengan jongko etalase kesibukan dan pengakuan.

di titian langkahnya yang kini kian merosot kecepatannya. tendri di hadang Anne, gadis muda yang gembos ban mobilnya. tanpa di minta tendri sodorkan sisa tenaganya. maklum ramadhan, setan pun segan.

nyaring. bedug gedor kedua gendang telinganya. alhasil, mobil itu jadi alas meja tajil. dan keduanya kini makan minum bersama seperti pasangan muda.

kring!

telepon tendri minta di sentuh. karena teman-temannya rindu bermuatan getir, kalau-kalau tendri mangkir. karena resevasi kursi sudah harus di lunasi sendiri-sendiri.

tidak lama setelah itu. tendri undur diri dan kembali gagahi jalanan, lanjutkan perjalanan.

padahal Anne tawarkan tumpangan, tapi tendri tidak mau. karena tendri tahu kini kuota keringat di badanya sudah melebihi kepantasan.

berpisahlah keduanya dalam cerita kehidupan. dalam kudusnya ramadhan.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s