Malu.

seketika rak-rak itu pisahkan aku dari hemat. troli ini memang banjingan. selalu saja cukup untuk aku taruh apapun.

hampir tidak bisa lagi aku berenang ketepiannya.

dan.

kamu disana masih setia. ketika aku lupa denganmu. bahkan dengan diriku sendiri.

tapi.

kabar baiknya. kamu setia. selalu begitu. dan aku malu akan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s