Ute.

tanggal tiga bulan maret tahun dua ribu tujuh belas masehi,

ibuku yang sarjana ingin legalisir dokumennya. aku yang anaknya jadi kurirnya. yah. dari pada tulisan durhaka itu tertulis di dahiku.  

setelah berpeluh karena jauh. akhirnya etape ini aku buku-kan dengan gemilang. parkir.dan datanglah suara dari udara yang menggema,

“Malu bertanya sesat di jalan”.

oke-oke. terimakasih.

“Sama-sama”.

pffttt.

setelah basa-basi sana-sini. hasil akhirnya. aku diharuskan bayar biaya legalisir dokumen. romantis bukan.

karena penasaran. akhirnya aku hidangkan lagi pertanyaan itu di meja sekretariat. dari pihak yang bersangkutan menyatakan, “Karena ketika wisuda biaya ijazah di gratiskan, maka setiap dokumen yang harus di legalisir wajib bertarif”. miris.

viva la politicia academia! 

akhirnya aku di beri kwitansi rangkap 3 sebagai tanda pembayaran. satu untuk bank. satu untuk mereka dan satu untuk aku pribadi.

then. tadi pagi. tanggal delapan bulan maret tahun dua ribu tujuh belas masehi. adalah hari pengambilan dokumen legalisir. sesampai di tempat yang sama dan setelah setor tunai pembayaran tarif legalisir di hari yang sama. aku temui pihak yang bersangkutan untuk kedua kalinya. untuk pengambilan dokumen.

sad.

aku harus kembali. lagi. tanggal sepuluh. kata mereka. karena aku baru bayar hari ini. jadi butuh dua hari untuk bisa di proses dokumennya.

viva la politicia academia!

Semoga lekas sembuh. Ute. Kampus ibuku yang terbuka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s