Bubble

tersambar nalar. aku dipakunya hidup-hidup. kini siapa yang patut bertanggung jawab atas ini. mereka. tidak. karena sendawa itu telah mereka lupakan saat itu juga. lantas aku. aku yang kebetulan saat itu patuh. dan ikuti remah-remah roti mereka yang mereka pun belum tentu pernah menebarnya sejauh apa yang aku lakukan kini.

nyata sudah. buih-buih ini tidak pantas menutupi ruang gerakku. biar mereka luapkan cibiran itu. biar. setidaknya penemuan ini sudah seperempat berfungsi.

biarlah motivator itu terus menerus kepulkan asap dapurnya. toh penontonya pun masih gemar sajiannya. gemar akan kata-kata kalian tidak sendiri. bangun. dan kalian akan bahagia di esok hari.

jangan percaya mereka. bila ingin bahagia.

karena guru sejati adalah dirimu sendiri. bukan dia atau mereka.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s