Untuk Siapa

kadang.

apa yang aku inginkan tidak lebih hanya ingin di bayar tepuk tangan. sama sekali tidak setara. tapi itu garis finish nya.

aku kini punya segala yang pernah aku bayangkan di kamar mandi dulu. setumpuk keinginan-keinginan yang liar kesana-kemari. dan kini terlunasi.

keinginan-keinginan itu donaturnya banyak sekali. mulai dari ayah ibuku. saudara-saudara dan kerabat dekatku. sampai teman-teman sekolah yang tidak ketinggalan.

semuanya bertumpuk di pundakku yang aku bawa kesana-kemari.

sampai akhirnya aku berhasil mengenapinya.

bangga.

ya.

tapi hanya sebentar.

nyatanya. aku tetap punya beban yang kurang lebih sama.

akhirnya. aku pilih libur di hari kerja. alih-alih ingin telanjang dari dunia.

aku duduk di bangku kayu di negara maju. mataku tetap mencari. mencari dimana diriku yang dulu telah aku suruh pergi.

dan.

dia datang. salami aku yang khawatir.

aku pikir dia akan marah. ternyata dia hanya tertawa. karena dia tahu bahwa aku sudah menyerah untuk berburu penilaian dan tepuk tangan orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s