whisper

jangan berbisik-bisik. itu kata ayahku.

tanpa ada penjelasan mendalam. ayahku tinggalkan aku di ruang gelap larangannya. kesal memang. ketika larangan hanya larangan. gelap tanpa penerangan.

dan akhirnya. serelah terseok-seok kesana kemari. aku temukan cahayanya.

sama halnya dengan membicarakan kejelekan orang.

ini unik.

disadari atau tidak. ketika aku membicarakan kejelekan orang lain. cepat atau lambat. apa yang aku bicarakan sontak hadir di kehidupan. selalu sama persis.

wajar bila agama dan orang tua selalu berulang dalam bab ini dalam kelas kehidupan yang sama halnya dengan apa yang kita ucapkan adalah doa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s