can’t smile without you

sayup-sayup di selasar. lagu lama yang kawini cuaca. ketika itu.

memang. lagu tua yang cukup merepotkan pikiranku semenjak itu. dengan cerita sebelum dan sesudahnya yang selalu menyenangkan ketika terbuka lembar per lembarnya. walau aku tidak tahu siapa penyanyinya. yang rela bernyanyi lirik-lirik klise persuasi. sangat generasi x.

sampai aku bawa dia ke tempat lain. ketika angin dan dingin jalin-terjalin. menonton tata lampu yang berantakan berkedipan. dalam peluk keheningan tanpa hujan.

walau aku dan dia tahu. ini akan segera hilang berganti. ketika doa telah tergenapi.

sungguh. ini ternyata terlalu besar untuk aku nikmati sendiri. yang kini remah-remahnya aku himpun di secarik kertas bon tagihan milik wordpress.

tanpa citra tanpa suara. karena aku yakin manusia lebih pintar mengemas nuansanya masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s