the bucket list!

tetap aku tulis. kenapa. hanya mengingat saja. kata orang jangan percaya dengan ingatanmu. tulislah.

sama seperti yang lain. aku adalah anak laki-laki berumur banyak yang harus masuk kelas dewasa. beberapa impian harus aku tanggalkan. harus. itu persyaratannya. dan nyatalah kini. ada di kelas dewasa memang rumit. tahap administrasinya saja sudah begitu.

tapi. kini aku bisa pahat lagi miliku sendiri. tidak lagi di bimbing oleh orang asing seperti sekolah konfensional. aku punya kendali penuh untuk apapun. dimanapun dan kapanpun.

di kelas dewasa ini. aku punya satu mata pelajaran yang sangat aku tunggu tiap sesi nya. apa itu.

menghayal.

aku di fasilitasi kertas hidupku sendiri untuk di kanvas-nya. menegangkan bukan. jangan takut salah. toh ini tidak akan melumpuhkan.

aku tulis semua yang tidak mungkin aku tulis. apa saja. aku ingat semua yang aku bayangkan. teruskan saja.

Dengan perlahan dan kasih sayang penuh aku masukan tiap kertas harapanku ke dalam keranjang.

tendang!!

aku tendang keranjang itu sampai berhamburan tiap kertasnya. biar harapan-harapanku jatuh ke bumi dan menyerap ke tanah. membimbing tiap langkah-langkah yang pasrah dan berserah.

ciao!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s