sayangi aku. tolong.

aku bermaksud menjadi keras dalam bekerja. alih-alih ingin dunia. aku liarkan semua kebisaanku ke segala arah. tidak pandang pagi sampai pagi lagi. semua demi hitung-hutunganku yang harus setara di papan bor idealku.

sampai akhirnya aku duduk di bangku yang entah keberapa kali bangku itu aku duduki. termenung bersimbah peluh. merenung untung rugi duniawi.

satu saat aku ingat. datangnya rombongan rejeki tidak sejalan dengan lika-liku keluh kesahnya. mudah. semudah tendangan pinalti tanpa kiper. aku kaget. selalu. padahal ini terjadi tidak satu dua kali.

ok. cukup.

aku berdiri lagi di papan bor sialan itu. menulis lagi dan hitung hitungan lagi. hingga kapur miliku habis tidak tersisa.

baiklah. aku pulang. aku kunci kelas ini. lunglai pulang karena aku hanya tinggal percaya. Dia sayangi aku.

itu saja.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s