senyum

hampir aku kalah dalam desah. kayuhan ini membuat nafasku kocar-kacir untuk kesekian kalinya. tinggal tunggu saja segerombolan bintang-bintang dan kunang-kunang ambil alih tayangan pandanganku dan aku sudah sah rebahan di jalanan.

terimakasih hukum jalan raya. aku di wajibkan tunggu giliran lintasan. akhirnya aku bisa rapihkan barisan nafasku.

tidak lama menunggu. dua orang tua yang bersepeda berlalu di depanku. mereka lempar senyum padaku. entah apa artinya ini. tapi efeknya luar biasa membantu. seperti berbagi semangat dan harapan dalam segaris senyum.

yang aku rasakan adalah aku tidak sendirian lagi setelah itu. tiap-kayuhan ini menjadi lebih ringan dari sebelumnya.

mungkin itu sebabnya manusia memang tidak bisa hidup sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s