goal!

sebetulnya ingin sekali tergesa untuk segera. tapi kenapa harus begitu. batasan ini memang sangat asyik untuk selalu di jaga kedekatannya. dia pernah bilang untuk tidak mencari. karena memang terlalu dekat nyatanya. sedekat telinga dan mata. tapi keduanya tidak bisa saling lihat secara langsung.

dan ini menjadi satu pegangan. walaupun tidak pernah bisa di harfiahkan. biar bulir-bulir ini naik ke udara dan turun kembali menjadi hujan yang menumbuhkan.

tapi aku masih ingin untuk tergesa. apa aku harus tanggalkan manusiawiku. tanggalkan semua resah dan gelisah karena rupiah di sela-sela tubuhku yang kaku tanpa ruhiyah. tapi itu tidak mungkin. karena akan selalu ada tangis yang tragis di ruang tamu atau di kolong dunia bagian lain yang tidak tekoyak posisinya.

bolehkah aku rebahan di bawah pohon itu. sebelum aku lanjutkan kembali deretan langkahku yang banyak. semoga titik ini menjadi koordinat antara kita untuk bisa saling bertegur sapa di ruang yang nyata.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s