hammock

hampir tertidur di ayun-mengayun. gesekan ranting dan dahan taburkan kering daunnya. aku di bawahnya terlena di barisan huruf terikat jilid dalam kertas menghantar sore.

menghujaniku dengan segalanya. sampai aku lupa terimakasih. dan bangun ketika badanku nyaris tenggelam dalam kado-kado rupa warna.

kini aku dibawanya ke tepian. melihat pola-pola hitam putih. ini memang jarang terjadi di kehidupanku. akupun tidak dapat memperediksinya kapan ini akan terjadi lagi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s