minor

saya yang beberapa bulan kebelakang memilih jalan usaha sebagai pekerjaan utama. menjadikan hari-hari saya selalu ada di kesempatan-kesempatan yang misterius. terlebih tidak adanya lagi atasan manusia yang bisa memerintah saya untuk tingkatkan penjualan dan harapan bulan muda yang penuh kepastian pendapatan.

di bulan-bulan pertama. semua terjadi begitu indahnya. ketika cepat sekali larisnya barang yang saya tawarkan. dan seperti kebanyakan manusia yang tidak bisa menyimpan kebahagiaannya sendiri. saya ceritakan setiap kejadian yang saya alami ke teman dan kerabat. waktu itu saya ingin memperlihatkan begitu hebatnya saya dengan kisah-kisah yang manis itu.

sampailah di bulan-bulan yang getir. kali ini surut sekali penjualan dan tawaran. terlebih beberapa barang yang di kembalikan karena minor dalam kualitas.

saya bingung setengah mati, kenapa ini terjadi. patah arang dengan apa yang saya kerjakan. saya biarkan barang dagangan saya di rumah. dan saya kembali terombang-ambing tanpa tujuan dan arah.

sampai akhirnya di bulan ramadhan ini. datang lagi tawaran-tawaran itu. silih berganti peminat hubungi saya untuk menanyakan barang dagangan yang saya jual. dengan semangat membara, saya ceritakan dan saya ubah haluan pendirian peminat dengan persuasi yang saya lakukan. terlebih sudah cukup lama saya bersama barang dagangan saya menjadikan fakta-fakta itu mudah saja saya bangun untuk kepercayaan konsumen.

dan. di dini hari kemarin. satu pemberitahuan baru di kontak berbagi pesan, pikir saya ini pasti peminat yang ingin membeli barang dagangan saya. dan benar saja. tanpa perdebatan yang panjang, si peminat akhirnya tertarik ingin membeli.

bahagia bukan main dalam hati saya. akhirnya ‘hujan’ ini turun juga. tidak lama saya siapkan barang yang peminat pesan.

entah apa pendorongnya, dini hari itu saya ingin sekali mengecek barang dagangan saya satu persatu. saat itulah saya sadar. ternyata semua barang yang saya jual kesemuanya terdapat minor kualitas.

dan akhirnya saya mengerti, penyebab macetnya transaksi jual beli saya akhir-akhir ini.

sampai akhirnya saya hubungi lagi si peminat dengan daya upaya yang saya bisa, agar si peminat mencari lagi produk yang diinginkan di pihak lain.

ini memang telak kesalahan saya, karena selama ini hampir masa bodoh dan tidak pernah tertarik untuk teliti dalam pengecekan kelayakan barang yang saya jual untuk calon pembeli.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

(QS. Asy Syuraa: 30)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s