sarapan pagi

ibu. maafkan aku bila aku tidak terlalu berminat mengikat leherku dengan dasi. maafkan aku bila sarapan pagi kita selalu berlangsung tanpa seragam yang sama. tolong jangan bersedih bila busanaku tidak selalu berkerah seperti harapan kebanyakan. serta celanaku yang jauh dari licin berbahan kebanggaan. terlebih alas kaki yang tidak selalu aku poles.

semoga engkau tidak marah akan pembangkangan ini. semoga engkau tidak pernah bosan untuk mendoakan anakmu ketika aku cium tanganmu.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s