high.

helai demi helai terbengkalai. menjadi telanjang dan tidak ada pintu kembali. aku terkunci. fana dan nyata tidak penting lagi saat ini. sekitarku menjadi lebih luas dari sebelumnya. tembok-tembok itu kini terlalu lembek untuk aku tembus. meruntukhan rasa malu. semoga semesta tidak marah akan ini.

ini aku. apa kamu suka dengan aku yang sekarang. atau mual itu sudah sampai di tenggorokanmu. muntahkan saja. aku tidak peduli. karena ini aku yang seutuhnya.

tapi. ketinggian ini memang ada batasnya. ya. karena aku manusia.

ketika perlahan aku tinggalkan keaslianku. menjauh kian ke hilir. yang hanya ada dua pilihan. menjadi aku atau bukan aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s