Sonya depari

Gadis lugu yang biru. Berlayar terjang badai di perahu bocor. Terpojok di kepung gelora. Melawan badai yang kebal di taklukan hingga karam.

Kini perahu itu tinggal puing-puing. Begitu juga hari-harinya yang sibuk terombang ambing di kulit samudera.

Apa badai itu tahu kalau lawannya hanya pemain baru. Aku rasa tidak. Badai memang tidak pilih-pilih lawan. Mereka hanya akan kalah oleh jam terbang penantang yang berbintang.

Aku tahu kisah ini dari udara, di sadur dari kumpulan mega yang jumawa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s