seringai

amanah. adalah seorang tukang parkir yang setia menjaga shaf parkir salah satu minimarket di kotaku. dari pagi dia lesu lemah letih karena arus kedatangan pemotor yang kering bak musim paceklik.

ada beberapa yang bayar jasanya atau hanya terimakasih dan beberapa lain acuh seraya berlalu seperti bertemu mantan.

amanah duduk termenung di bangku panjang yang biasa menemaninya berpacu dengan hari. sampai magrib tadi, amanah tidak pantang pulang kandang. daya juangnya masih berjaya gagahi malas. dia masih pegang intuisinya yang magis.

benar saja.

tidak lama. hujan pun bergerombol bersaing mencapai tanah. jalan yang tadi padat merayap kini berubah sepi. terlebih pengendara motor yang menyerah dengan terjangan hujan dan menepi di tempat teduh yang mereka bisa capai.

lapak parkir amanah kini sarat pengunjung. matanya terbelalak hitung laba. dengan senjata andalannya. dia ambil kain lap mobil di motornya. sebagai layanan paripurna yang dia bisa untuk setiap konsumennya yang ingin melanjutkan lagi perjalanan.

seringainya masih aku simpan sampai kini. karena natural. senyum puas dan rasa syukur atas kebaikan Semesta untuk amanah malam itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s