Haarp

Jakarta. Aku tidak suka. Meski ibu bapakku suka. Kenapa harus jakarta sebagai mistarnya. Aku tidak habis pikir. Apa hubungannya jakarta dan karir.

Televisi adalah keladinya. Dia giring supaya penikmatnya tersentralisasi ke sana. Dia adalah bahaya laten. Merekayasa. memfaktakan wacana.

Televisi itu apa. Isinya hanya pribadi bicarakan privasi. Wacana kosong dosis tinggi. Persuasi berkala supaya di percaya.

Tunggu saja. Televisi yang banyak bicara lagi tuli ini akan mati oleh ocehannya sendiri. Nasibnya akan Menjadi akuarium air tawar atau meja belajar anak.

Seraya tenggelam di palung sejarah yang dingin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s