Assumption.

Aku strata satu. Jujur. Setelah aku lulus. Aku jadi manusia yang terbatas. Aku merasa terlalu bersih untuk berkubang mencari uang. Kaku akan pilihan dalam pengabdian. Karena pekerjaan harus segaris lurus dengan pendidikan.

Aturan tidak tertulis yang laris.

Aku hampir mati tenggelam seperti firaun karenanya. Berkat kecongkakan dan daya nalar kaku lagi usang. Yang arus gelombangnya kesana-kemari tidak karuan. Dan aku terjebak di dalamnya. Terus menahan nafas yang tidak lama lagi dadaku akan di penuhi air dan mati.

Di tengah gelombang itu. Aku lihat ranting kecil yang menjulur ke arahku. Dia berikan pilihan lain untuk takdir. Beberapa saat aku enggan. Dan akhirnya aku menyerah dengan aturanku sendiri.

Aku tarik ranting itu. Tergesa-gesa jemput udara. Hela nafas dalam dan bersyukur. Di permukaan aku mengambang. Melihat sekitar yang berbanding terbalik dengan asumsiku.

Ternyata asumsiku hanya tukang dongeng. Dan aku sempat terlelap karenanya. Dan aku tidak mau lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s