Anumber of homes

Betapa pemberontaknya Ayahku. Kami berteduh di rumah tanpa nomor. Bukan hanya satu. kami punya dua atap yang keduanya anomor.

Liar sekali bukan.

Dulu. Dia selalu ceritakan masa mudanya yang di habiskan di kolam kepanduan. Menjadi anak alam dan kecanduan kegelapan hutan yang misterius.

Dia terlalu licin untuk di ringkus. Dia tahu cara kerja bunglon. Menjadi lues di medium baru seperti air.

Aku sadar. Aku telah lama tenggelam di dalam paradigmanya.

Dia memang tidak suka terikat. Terlalu liar untuk di jinakan.

Apa buktinya?

Sampai kini dia masih bebas di kungkungan aturan. Buktinya. Rumahku masih anomor dan tidak terciduk gayung aturan kependudukan.

Ayahku. Si liar yang licin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s