Semantics

Aku tulis kamu di dinding kamarku. Tulisan-tulisan yang hampir selalu aku tebalkan agar tidak memudar bentuknya. Aku tidak menambahnya dengan gambarmu. Karena tidak boleh. Dan Aku takut kena marah. Dan kamu pasti tahu itu.

Tulisan ini akan selalu begitu. Tidak akan aku rubah. Mungkin sebagiannya saja. Bila itu harus.

Dengan acak. Aku tulis tulisan ini agar tertulis. Bila selain aku sempat membacanya. Aku harap mereka tidak bertanya kenapa.

Kadang aku cermati tulisan ini. Mengulangnya hingga tertidur. Mungkin aku lupa. Bahwa tulisan ini tidak rampung dalam sehari. Jadi percuma saja bermetafora.

Semoga aku tidak lupa menebalkan tulisan ini secara berkala selamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s