careless

seorang bapak datang kepadaku. dia menggelar imajinasi yang jarang ada di televisi. putar frekuensinya. sepertinya dia ingin setir diriku. dengan tatapan yakin dan mulutnya yang tidak henti bercerita. dia coba selami palung ruang kemudiku yang rahasia.

aku maklum. ikuti saja. aku tidak mau rusak mimpi siangnya. tapi. keadaan semakin persempit ruang gerakku kini. sialan. aku jadi olok-olokan diriku sendiri. rusak sudah keranjang buahku. bebannya terlalu berat untuk terangkat.

semoga dia bahagia di sore itu. semoga dia bisa lebih percaya dirinya daripada ketakutannya sendiri.

dengan air sumur ini. aku larutkan kekesalanku yang pekat. biar pergi terserap bumi yang rela. menjadi satu sanggahan rasa. bila aku bertemu lagi lain kali.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s