Stamin

sore itu. di kebun jeruk aku berada. di salah satu tangkainya yang cukup hijau. menunggu dan menunggu hadiah hujan dari langit yang belum turun. sampai datanglah dua buah awan. yang satu kurus dan satu lagi gempal. mereka akhirnya sirami sore itu dengan kebahagiaan.

aku ada diantara hujan dan awan-awan. saling bercerita dan berkelakar. jujur aku tidak sanggup menahan diriku sendiri untuk biasa saja. karena ini diluar kuasaku. aku terkunci di dalamnya.

sampai kami tinggalkan kebun itu. meniti jalan dengan supra. seingatku. aku akan berkunjung kembali ke rumah kerabat yang telah menanti. tapi perjalanan ini terasa begitu lama bergulir.

terlebih ketika angin tabrak wajahku. rasa itu semakin kencang saja injak pedalnya. aku tidak bisa tahan luapan tawaku sendiri. sampai akhirnya kami ketuk pintu itu. dengan bahagia kami lanjutkan hujan tadi di dalam ruang pengap tertutup koran bola.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s