trust yourself

temanku menikah. teman sma yang sama-sama gila dunia. rumahnya cipanas. aku selalu ketagihan bila berkunjung. karena disana dingin dan ibunya pandai masak enak. pasangan yang ideal untuk lupa pulang.

minggu pagi aku duduki otobus. entah apa merek nya. yang penting bisa antar temui perasmanan di pelaminan. lokasinya cimacan. tempat acara yang nyaman di area fasilitas kesehatan. akhirnya aku temui dia dan harus bersalaman. entah siapa yang membuat aturan harus bersalaman ketika datang ke pernikahan. tapi ya sudahlah. ikuti saja. toh janji sudah terpenuhi. tinggal menyapa teman-teman lama yang kebetulan bertemu sewaktu.

lepas duhur. aku pamit. karena aku masih ada janji di sukabumi.

turun gunung. diantar angkot yang khas plat f. dan kembali naik turun otobus. sampai sudirman sukabumi. di lanjut L300 bogor sampai suryakencana.

sudah gelap disini. ketika aku tutup pintu mobil itu. tapi janjiku belum tergenapi. toh belum bertemu. akhirnya aku telusuri gang sempit menuju penginapan sederhana. disana temanku sudah menunggu.

akhirnya kami bertemu. aku di tawarinya kopi oplet. dan kami mulai bercerita tentang sebab akibat dunia. sampai kira-kira 20.30 malam. aku pamit pulang. terlebih temanku sudah berumah tangga. tidak elok rasanya bila aku bermalam disana.

temanku terus menyarankan untuk menginap saja. karena menurut temanku. hampir dipastikan ketika aku capai sudirman. mustahil akan ada pintu otobus yang terbuka untuk aku naiki menuju bandung.

tapi aku bulatkan untuk pulang. menumpang l300 bogor sampai sudirman.

ditengah perjalanan. L300 yang memacu adrenalin itu akhirnya menepi. salah satu cakram remnya berasap karena panas pemakaian lagi jarang perawatan.

setelah di guyur air selokan. L300 itu mulai memutar lagi roda lajunya. membawaku semakin mendekat ke sudirman. sial. pemberhentianku terlewat. si supir yang tahu aku adalah tamu. mengantarku ke lokasi yang lebih dekat. senang memang. ketika bisa terbantu.

aku di turunkan di jalan temaram. entah apa namanya. yang jelas si supir menujukiku sebuah arah. yang bila dilihat dari gesturnya. langkah kakiku akan memakan banyak hitungan. dan benar saja. jauh memang jaraknya. untuk aku susuri jalan ini. sampai di sebelah kanan berjejer bis yang cukup memberiku jawaban kebahagiaan. gerak jalanku akhirnya berakhir. yes.

tapi.

setelah aku bertanya ke beberapa supir dan kernet berseragam salah satu perusahaan bis. aku mendapat jawaban yang hampir sama. yaitu otobus arah bandung sudah tidak beroprasi di jam malam seperti ini.

sampai akhirnya salah seorang memberikan solusi untuk aku segera menuju ke Pintu Hek menggunakan ojektanpa pikir panjang. aku cari ojek sekitar untuk antarkan aku ke pintu hek.

harap-harap cemas metaku tuju sekitar. siapa tahu masih ada otobus yang gila dunia. untuk antarkan aku ke peraduan.

akhirnya.

bahagia memang. ketika aku melihat lampu rem besar-besar yang merah menyala dan pintu engsel yang terbuka dari sebuah otobus dari kejauhan.

ketika mereka berteriak-teriak bandung. itulah teriakan paling indah untuk malam itu. sampai aku tertidur di bangku-bangku belakangnya yang kosong ditemani deru mesin diesel yang merdu. membantu mengantarku ke rumah tempat kembali.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s