persuasion

aku dapat rujukan. iming-iming masa depan. katanya akan jelas jika aku berkomplot. ikuti cara mereka yang beberapa buktinya telah ada di depan mataku.

mereka sangat fasih dan silih berganti membangun citra agar aku percaya. merubah kertas jadi emas. merubah remah jadi rumah. aku tahu ini adalah fase imajinasi dan fantasi. yang selalu lebih manis dari pemanis.

aku suka gaya mereka berencana. sembrono dan serba tergesa-gesa.

jujur aku seperti bercermin pada diriku sendiri ketika dulu. ketika aku harus membangun suatu kepercayaan instan hanya dengan pemahaman dan paparan. aku tidak hentikan persuasi mereka. tidak. aku ingin mereka menguras daya kreatifitasnya sampai habis. sampai mereka membantah sendiri pendirian mereka. karena dulu aku juga begitu.

dan benar adanya. mereka kini saling diam. hanya bisa bingung. linglung dan berlindung di belakang rokok dan kopi.

dan mereka sama sepertinya denganku dulu. mereka hanya terjebak dalam pilihan pekerjaan mereka. ketika rokok dan kopi itu tidak bisa lagi mereka jadikan persembunyian.

dengan jurus kesimpulan yang pasaran. yaitu berjabat tangan dan berkata “kami tunggu kabar baiknya”. kini mereka pamit dan undur diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s