ugly truth

dia armand. pekerjaannya berkelana. aku bertemu dia di setasiun kereta. rencananya dia akan kunjungi jogja. dia hampir lupa untuk menonton televisi, baca koran dan sekedar tahu informasi terkini.

aku pernah kerumahnya. hening. saat aku berkeliling. anaknya sedang asyik membaca buku ensiklopedi. aku cepat tinggalkan dia karena takut mengganggu. karena terakhir aku bertemu. aku di berondong pertanyaan-pertanyaan yang khas anak-anak yang selalu ingin tahu.

sampai aku pilih kursi kayu belakang rumahnya yang apik. aku memilih tempat ini karena ini adalah tempat pribadi armand. dan anaknya tidak bisa akses tempat ini karena kesepakatan.

aku nyalakan rokokku. mengepul di tempat ini memang menyenangkan terlebih armand selalu punya sudut pandang baru tentang kehidupan yang selalu aku tunggu episodenya bila dia sedang ada di rumah.

tidak lama. armand datang menghampiriku. menghantarkan buah tangan yang selalu aneh ketika aku bertanya namanya dan asalnya.

satu hal yang membuat pertemuan hari itu menjadi berbeda adalah. dia kini tidak merokok. begitu juga ngopi. dia kini senang menceritakan air putih yang dia buat sendiri.

kamu tahu. kenapa aku berhenti dari rokok dan kopi. waktu itu aku dihadapkan dengan kejadian yang ganjil sewaktu aku bertemu orang tua pedalaman. umurnya 90 tahun. dia menanyakan kepadaku apa enaknya merokok sambil minum kopi. aku jawab saja karena aku suka dengan hal ini. si orang hanya tua tersenyum seraya memberikan sepasang gelang kepadaku.

seraya dia bercerita. tentang rokok dan kopi. aku tidak terlalu suka dengan apa yang kamu suka. bila kamu mau. aku punya banyak kopi dan rokok di tempatku tinggal. dan si bapak tua itu mengajaku ke kediamannya.

sesampainya di tujuan. aku dihadapkan dengan tumpukan-tumpukan box rokok dan kopi seduh. yang banyaknya hanpir sama seperti gudang swalayan.

aku kaget bukan main. dan si bapak tua itu menceritakan darimana tumpukan-tumpukan ini berasal. untuk apa. dan kenapa.

bagi si bapak tua. sumbangan tumpukan-tumpukan box ini adalah cara mereka membunuh kami secara halus. sebagai suku pedalaman. si bapak tua yang sekaligus menjadi ketua di permukimannya. sangat bertanggung jawab atas anggota-anggotanya.

jujur. pemaparan si bapak tua memang ada benarnya. tapi dia tahu dari mana tentang hal ini. terlebih dia tidak bisa baca tulis. dia hanya bisa berbahasa indonesia campur bahasa tubuh.

dia melanjutkan ceritanya. cerita yang pilu tentang sekelompok kerabatnya yang mati karena benda-benda sumbangan ini.

sewaktu kerabatku masih hidup. dia sangat terbuka dengan bantuan pihak luar. sangat longgar dalam hal keterbukaan. sampai akhirnya bencana itu datang. puluhan box bantuan datang dari orang yang katanya peduli. ketika pertama datang. mereka meyumbangkan aneka makanan dan minuman serta rokok dan kopi.

sampai akhirnya mereka mengurangi pasokan pangan dengan dalih masih di perjalanan. tapi tumpukan box rokok dan kopi selalu sama jumlahnya bahkan lebih banyak ketika orang-orang itu menghantarkan sumbangannya.

dan munculkah bencana itu. beberapa kerabatku mati karena benda sumbangan ini. dan ketika sekelompok pembawa sumbangan itu datang lagi ke tempatku. dan melihat kejadian ini. mereka hanya berjanji bahwa tim kesehatan akan segera datang. dan sekali lagi mereka hanya menjadi orang-orang pengirim sumbangan. tidak lebih.

sampai kini. tumpukan-tumpukan bantuan ini terus bertambah dan bertambah. hingga aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku. kenang si armand menceritakan kisahnya.

sampai kini aku tidak lagi sentuh benda-benda itu. seraya dia berikan gelang itu kepadaku. ketika kami duduk di kursi kayu di belakang rumah armand yang hening.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s