indo’nice’ia

datanglah anne ke rumahku. dia bercerita tentang kehidupannya di canada. dia sangat bersemangat menceritakan kisahnya padaku. kisah pilu dan mencekam bila di tarik benang merahnya. hingga dia tidak mau lagi menetap disana.

di akhir cerita. anne berpesan kepadaku. jangan sekali-sekali berdoa untuk bisa bekerja atau menetap di luar indonesia. karena di luar negeri sana. orang-orang berlomba untuk fasih berbahasa indonesia. ingin berpenghidupan dan tinggal di indonesia. karena mereka sudah tahu bahwa indonesia adalah surganya dunia.

banyak dari mereka aneh kepadaku. kenapa kamu mau tinggal di luar surga. tinggal di negara 4 musim yang mematikan. bermukim dengan tetangga yang dingin. lagi individu.

di luar negeri sana stalking social media adalah satu-satunya cara mereka untuk bisa menghangatkan jiwa manusianya yang dingin. walau mereka hanya bisa begitu di dalam internet. begitu juga dengan social media. social media sendiri di bangun hanya untuk mendobrak pintu keindividualitasan humaniora. karena mereka ingin seperti indonesia yang mempunyai budaya ingin tahu satu sama lain di kehidupan nyata. yang hasil akhirnya adalah saling menjaga dan membantu satu sama lain.

dan anehnya. orang indonesia sendiri ketika mengenal social media dan stalking. pemahaman mereka seolah menjadikan budaya ingin tahu satu sama lain adalah tabu. dan lahirlah istilah kepo. yang menjadikan anak muda indonesia menjadi orang-orang yang anti humaniora serta terkotak-kotak privasinya.

kamu boleh percaya ataupun tidak. kata anne.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s