Pulang

Sore ini aku sudah di kejar rindu untuk pulang. Cililitan yang telah penuh antrian tapi masih manusiawi. Aku kesampingkan mereka dengan urusannya. Aku ingin cepat pulang. Persetan dengan otobus ac atau ekonomi. Yang penting aku bisa sampai rumah secepatnya.

Tapi apa boleh buat. Jakarta memang tidak tahu pamali. Magrib ini mereka masih berkeliaran penuhi jalanan. Saling menghambat satu sama lain.

Sampai kesal. Sampai tertidur. Aku berharap bangun nanti setidaknya mataku melihat tanda bekasi atau cikarang. Lebih mengasyikan lagi kalau purwakarta.

Ternyata aku masih ada di condet. Jakarta memang possesif. Seperti enggan untuk kehilangan keramaian. Dasar penakut.

Dengan sekuat tenaga. aku terjang badai kebosanan. Menghalau deburan keinginan merokok. Karena smoking area sudah sarat penumpang.

Akhirnya.

Sampai aku ikat lagi perahu rinduku di dermaga rumah. Di tengah malam menjelang dini. Di damainya suasana. Ketika aku memperhatikannya di jendela kamarku. Damailah surga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s