coretan

semoga anaku kelak tidak membaca ini.

hari ini. aku rindu dia. ingin sekali bertemu. teramat ingin. karena memang sudah saatnya. menjadi sama dengan mahluk lain yang sudah.

rasanya unik. tapi tidak awam. sangat mudah di cerna. entah apa motivasiku selama ini berkelana kesana-kemari. sampai akhirnya aku temui tujuan itu. tujuan yang muaranya adalah dia.

kini terasa. teraba. tercerna. bagaimana ayah bundaku sejauh ini masih setia memanggilku anak.

kini aku tahu kenapa mereka lebih sayang kepadaku daripada diriku sendiri. membekaliku doa-doa ketika aku entah dimana. mencariku ketika aku lupa pulang. setua apapun aku kini. selama mereka ada. aku adalah hadiah yang terus di jaga.

dulu. dulu aku merasa kurang menerima dengan batasan-batasan ini. aturannya terlalu uzur untuk diaplikasikan di hidupku. dulu.

tapi. ketika aku tahu. apa artinya semua ini. nyatalah ketika surga itu ada di orang tuaku.

dan semoga tulisan ini. tidak dibaca anakku kelak.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s