trip flip

semoga kamu baik – baik saja.

mau kemana kita hari ini? pamit dulu ke ayah bundamu. jangan nanti. mereka pasti khawatir. jangan diwakilkan. karena kamu bukan presiden.

kita ambil keberangkatan malam saja ok, bukan apa – apa. karena untuk kelas ekonomi hanya di waktu itu saja yang tersedia. bila kamu ingin nyaman, kamu bisa cari keberangkatan di waktu lain. tapi kamu akan kehilangan satu kenyamanan. yaitu aku.

mana ranselmu? jangan bawa binatang peliharaan. karena nanti kita akan terlalu sibuk untuk memelihara diri kita sendiri.

duduk saja, bicara seperlunya. karena kita akan cukup lama disini. tidurlah kalau bisa.

kamu mau pecel ayam? makan saja. higienis kok, asal jangan sering.

hei bangun! sebentar lagi kita sampai. mereka tidak terlalu suka menunggu lama. bergegaslah.

kini kamu boleh bicara sesukamu. senyumlah jangan kaku. ambil gambar sesuka hatimu. ambil saja, jangan sungkan.

aku ajak kamu ke tempat penginapan bekasku dulu. tempatnya memang usang. tapi cukup manusiawi.

aku mau berkeliling, mencari saudara baru. ikut? ini akan jadi menarik, karena kita jauh dari rumah. tetap senyum. tetap ramah. karena itu pertahanan kita yang paling purba untuk bertahan.

jangan terlalu kaget. karena kita disini tidak serta merta. mereka juga sama. maka samakanlah.

cobalah bertanya, apapun itu. karena lumrah.

sudah coba melihat matahari terbenam di selatan? ayo sewa motor. kita berburu matahari hari ini.

waktu disini adalah tanggung jawab. kita tidak terikat aturan rumah. kita sendiri yang mengelolanya. ini bukan kebebasan. dunia tidak punya pintu untuk itu. tapi kita bisa sedikit membangunnya. merasakan apa yang tidak pernah kita rasakan.

ayo kembali, mataharinya sudah pulang. semoga tidak hujan. aku ingin kopi di bekas tempatku dulu. pegang yang erat. kita masih jauh dari rumah.

hei, itu mereka. orang yang kita temui tadi. mereka sepertinya butuh asupan. sama seperti kita yang butuh. berkomunikasilah, mereka punya banyak cerita. karena mereka juga seperti itu.

punthuk Setumbu? ayo! kita jemput matahari. kembali tidur atau mengemper itu urusanmu. aku siap jaga malam, karena ini akan sangat menyenangkan. terlebih kamu juga ingin.

kita cari suara itu, sayup – sayup suara kebebasan dari mulut cafe. mereka mengulang suara itu, berkali – kali semenjak mendiang telah tiada. tapi aku tidak bosan, karena jarang kemari.

bernyanyilah kalau hafal. na-na-na saja kalau lupa. jangan contek telepon pintarmu, karena ini tidak di nilai. tidak ada yang perduli akan pengucapan. tertawalah selagi bisa, menyalaklah selagi sanggup. biarkan mereka cemburu karena batas mereka yang malu. aku tidak mau habiskan malam ini dengan biasa saja.

ambil microphone itu, menyanyilah sesukamu. ini hidupmu. menarilah seperti besok kamu tidak bisa menari. tidak perlu selfie atau update status. karena Semesta telah mendokumentasikannya untuk kita. biar temanmu mati penasaran. siapa suruh ingin tahu.

jangan lupa kabari ayah bundamu. karena harus. mereka pasti senang. soal rencana kita besok biar Semesta yang mengaturnya.

jadilah bertanggung jawab, karena itu adalah kebebasan hakiki.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s