konten

manusia adalah konten, bisa jadi apa saja dan tidak bisa di hentikan.

aku pernah mengobrol dengan klienku dulu, dia Bapak Indra dari The Peak. aku selalu sempatkan untuk bertukar pikiran ketika aku bertemu dengan kien-klienku setelah penawaran kerjasama sudah dilakukan.

entah apa yang men-trigger keharusan ini, tapi yang aku rasakan adalah rasa nyaman yang tersendiri, tanpa tendensi dan paksaan.

waktu itu aku bertanya perihal orang yang dapat dengan mudah menarik kepercayaan orang (rekanan / klien) dalam ranah bisnis dari sudut pandang klienku, dia berkata bahwa individu itu harus lebih dulu menjual (mempunyai nilai jual). perihal produk / jasa / kerjasama yang akan di jalin, itu hanya pelengkap saja.

yang aku tangkap dari jawabanya, bahwa manusia itu sendiri adalah konten dan konten yang baik akan merefleksikan citra yang baik. logis.

aku jadi ingat, kenapa SPG / SPB harus selalu dendy dan rapi jali. ya karena mereka secara sadar atau tidak, mereka adalah konten (etalase untuk produk yang di sajikan).

love at the first sight?

ya, mungkin itu bisa jadi alasan kenapa individu adalah konten yang lebih dulu harus menjual sebelum mereka menyajikan produk / tawaran kepada konsumen / rekanan. karena pandangan pertama adalah segalanya. tssaaahhh.

dan menurutku jawaban ini adalah universal, itulah sebabnya kita bisa tahu / menilai, siapa teman, siapa rekanan dan siapa lawan. karena konten adalah cerminan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s