gentleman agreements

ayahku pernah bilang, “kamu harus jadi laki-laki gentleman : harus mandiri, kerja keras, disiplin, sopan, menghormati sesama dan ingat agama”.

itu kata ayahku dulu, paradigma yang kebanyakan orang muda saat ini sebut nasihat yang kolot (usang).

saat ini, pergeseran kesan gentleman yang pattern-nya dari prilaku (inner), kini berubah haluan menjadi tampilan (outer). buah dari persekongkolan media yang sukses mengobok-obok ideologi penontonya.

aku akan kupas dari sudut pandangku akan dualisme paradigma gentleman dulu dan sekarang.

dulu : gentleman adalah orang yang secara tidak langsung memiliki perawakan yang mumpuni. buah dari cara kerja dan aktifitas mobile mereka yang lebih banyak bekerja dengan otot. menghargai waktu karena mereka tahu disiplin untuk gentleman adalah harga mati.

sekarang : gentleman adalah orang yang menambah jam ekstra mereka untuk pergi ke tempat kebugaran untuk terlihat proporsional. pergi ke top notch haircut, slick them hair well, grow them beard, mustache & ride a fancy stuff.

 there is a lot of choices to choose, what yours?

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s