badai bulan desember

“semuanya ini menimpamu karna aku, badai bulan desember . . .” (aka – badai bulan desember).

seperti gegeberan dengan suzuki TS, bersama si ayang pujaan hati menuju matahari terbenam. seraya meninggalkan lingkungan, kerabat, suasana dan budaya yang kini tidak lagi rutin di jumpai. peurih memang lurr. tapi memang begitu adanya. kehidupan harus tetap berjalan.

sore kemarin adalah sore yang kudus, ketika aku dan takdir harus mengakhiri waktu bermukimku di tempat itu, seraya hijrah lagi ke tempat bermukim lain di tempat yang tidak pernah terduga situasinya.

menyenangkan memang ketika berada di sana, ketika aku berkenalan dengan banyak karakter yang selalu menarik untuk di pelajari. belajar bernegosiasi dan berintuisi. merasakan bagaimana cara mereka bergumul dengan keseharian.

kini aku rasakan lagi angin dan debu yang menerpaku di perjalanan yang harus aku lanjutkan. menuju ke tempat baru untuk merasakan lagi karya Semesta yang sempurna.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s