mamah

aku rindu mamah, rindu selamanya. dia adalah refleksi cinta oktan tinggi. yang ikatanya adalah hidup dan mati.

wajar saja bila aku bisa menjadi batu atau berkubang di neraka selamanya. atau masuk surga tanpa audit dan transit terlebih dahulu karenanya.

mamah. tidak penting lagi estetika yang harus aku tulis engkau dengan nama ibu. karena aku tidak perduli ibu. yang aku imani adalah mamah.

representasi kasih tanpa syarat dan ketentuan berlaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s